WebGIS Integrasi Data Pertanahan, Pemanfaatan Tanah, dan Tata Ruang Kota Langsa
Panduan ringkas penggunaan WebGIS Kota Langsa.
Sekilas tentang WebGIS Integrasi Data Pertanahan, Pemanfaatan Tanah, dan Tata Ruang Kota Langsa:
WebGIS ini menyajikan peta interaktif yang menampilkan data pertanahan, pemanfaatan tanah, serta informasi tata ruang Kota Langsa.
Platform ini membantu masyarakat, instansi, dan pengambil kebijakan dalam mengakses data spasial secara cepat, akurat, dan informatif.
Membuka WebGIS
Cara mengakses halaman utama dan memulai eksplorasi peta.
Struktur Tampilan
Panel kiri, tengah, dan kanan.
Informasi Layer
Warna dan simbol peta, serta cara mengaktifkan layer.
Pencarian Bidang
Cari bidang lewat NIB, koordinat, atau pilih lokasi pada peta.
Dashboard Statistik
Grafik & rekap data pertanahan.
LP2B
Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan.
Lahan Baku Sawah
Sawah irigasi dan non-irigasi sebagai basis ketahanan pangan.
Perkebunan
Sebaran lahan perkebunan dan keterkaitannya dengan pemanfaatan ruang.
Analisis Spasial Cepat
Analisis wilayah dan pola ruang.
Membuka WebGIS
Anda dapat membuka WebGIS melalui tombol “Kunjungi WebGIS”.
Di dalamnya tersedia peta interaktif, pencarian bidang, informasi layer, dan analisis spasial cepat.
Struktur Tampilan WebGIS
Struktur Tampilan WebGIS berisi:
• Panel kiri: daftar layer dan kontrol.
• Tengah: peta interaktif.
• Panel kanan: legenda dan detail informasi.
Informasi Layer
Layer dikelompokkan menjadi tiga, yaitu setiap layer memiliki warna dan simbol untuk menunjukkan:
• Layer menurut tipe hak
• Layer zona pemanfaatan lahan
• Layer LP2B
• Layer Rencana Tata Ruang Wilayah
• Layer Penggunaan Lahan
• Layer basemap
Anda dapat mengaktifkan atau menonaktifkan layer sesuai kebutuhan. Pada layer penggunaan lahan, Anda dapat meng-klik layer tersebut untuk melihat detail simbologinya.
Pencarian Bidang
Anda dapat mencari bidang melalui:
• NIB, Tipe Hak, dan Kelurahan
• Koordinat latitude & longitude dalam format decimal degree (DD)
• Memilih langsung objek pada peta
Dashboard Statistik
Dashboard Statistik menampilkan:
• Statistik pemanfaatan tanah
• Diagram komposisi berdasarkan tipe hak
• Diagram komposisi bidang per kecamatan
• Diagram komposisi luas sawah irigasi dan non-irigasi
• Luas LP2B
LP2B – Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
LP2B adalah kawasan pertanian yang ditetapkan untuk dilindungi dan dipertahankan untuk menjamin ketersediaan pangan jangka panjang.
WebGIS ini menampilkan informasi LP2B secara interaktif, meliputi:
• Sebaran LP2B per kecamatan
• Total luas LP2B di Kota Langsa
Informasi ini membantu perencanaan ruang dan perlindungan kawasan pangan strategis.
Lahan Baku Sawah
Lahan Baku Sawah merupakan lahan yang secara fisik dan fungsional digunakan untuk kegiatan persawahan serta menjadi bagian penting dalam sistem ketahanan pangan daerah.
Pada WebGIS Kota Langsa, Lahan Baku Sawah ditampilkan secara spasial dan diklasifikasikan menjadi:
• Sawah irigasi
• Sawah non-irigasi
Informasi ini disajikan dalam bentuk peta tematik dan dashboard statistik yang menampilkan sebaran serta luas lahan baku sawah per kecamatan. Keterkaitan antara Lahan Baku Sawah dan LP2B dapat diamati secara langsung untuk menilai sejauh mana lahan sawah yang ada telah masuk dalam kawasan perlindungan pangan, sekaligus mengidentifikasi potensi tekanan alih fungsi lahan.
Perkebunan
Layer Perkebunan menampilkan sebaran lahan yang dimanfaatkan untuk kegiatan perkebunan di wilayah Kota Langsa, baik perkebunan rakyat maupun skala yang lebih besar.
Melalui WebGIS ini, informasi perkebunan digunakan untuk:
• Melihat distribusi lahan perkebunan per kecamatan
• Menganalisis keterkaitan pemanfaatan lahan perkebunan dengan pola ruang RTRW
• Mengidentifikasi kesesuaian perkebunan terhadap fungsi kawasan
Penyajian data perkebunan mendukung analisis pemanfaatan tanah secara lebih komprehensif serta menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan dan pengendalian pemanfaatan ruang agar selaras dengan kebijakan tata ruang daerah.
Analisis Spasial Cepat
Melalui peta ini, Anda dapat membandingkan wilayah yang telah dimanfaatkan dan yang belum, melihat konsistensi penggunaan lahan terhadap fungsi kawasan, dan menilai persebaran bidang per kecamatan. Selain itu, data LP2B (Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan) menampilkan luas area pertanian yang dipertahankan di setiap kecamatan sehingga Anda dapat mengamati distribusi LP2B, kontribusinya terhadap penggunaan lahan, serta kecamatan mana yang memiliki proporsi LP2B terbesar.